Benarkah 28 petugas Haji dihukum pancung?

Pasal ni belum dipastikan kesahihan berita 28 staf or urus setia yang menguruskan jemaah haji di Arab Saudi bakal dipancung gara-gara tragedi rempuhan jemaah di Mina baru-baru ini.

Difahamkan, media Indonesia sebelum ni melaporkan pemerintah Arab Saudi, Raja Salman dikhabarkan dah menjatuhkan hukuman pancung kepada 28 staf terbabit gara-gara kegagalan mengawal pergerakan para jemaah.

Rempuhan tu kan menyebabkan  seramai 717 jemaah haji terkorban manakala 863 yang lain cedera. Seorang jemaah dari Malaysia, Zulkifly Samad, 50, dari Ampang turut terbunuh dalam insiden tersebut yang berlaku pada 24 September lalu.

Kejadian rempuhan tu berlaku di kawasan perkhemahan jemaah negara-negara Arab, yang terletak kira-kira empat kilometer daripada perkhemahan jemaah Malaysia. MissHana/Utaranews.com.

TEMPO.CO, Jakarta – Pemerintah Arab Saudi mengatakan insiden yang menewaskan hampir seribu jamaah haji akibat kegagalan petugas dalam mengatur petunjuk jalannya ibadah haji. Kejadian Mina ini menjadi insiden terburuk dalam 25 tahun penyelenggaraan haji.

“Raja memerintahkan untuk memenggal 28 orang yang bertanggung jawab berada di lokasi Mina yang tidak mengikuti petunjuk,” sebut media siber Addiyar dalam lamannya www.addiyar.com, Jumat, 25 September 2015.

Rencananya, eksekusi hukuman pancung kepada tersebut dilakukan hari ini, Jumat, 25 September 2015. Dalam laporannya, Addiyar menyebut insiden tersebut Pemerintah Arab Saudi banyak mengalami kerugian dalam peristiwa na’as ini.

Sebelumnya, Kehadiran rombongan konvoi anak dari Raja Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud di pusat Kota Mina dituding menjadi salah stu penyebab tewasnya ratusan peziarah di pinggiran kota Mekah itu. (Lihat Video : Tragedi Mina, Tiga Jamaah Haji Indonesia jadi Korban)

Harian Lebanon, al-Diyar melaporkan, Pangeran Mohammad bin Salman Al Saud memainkan peran sentral dalam peristiwa mematikan pada hari ketiga dari ibadah haji ini pada hari Kamis, kemarin, 24 September 2015.

Sang Pangeran, Mohammad, berusaha menghadiri pertemuan besar peziarah di Mina, lembah besar sekitar lima kilometer (tiga mil) dari Mekah, tiba di lokasi, kemarin pagi disertai dengan rombongan besar.

“Laporan itu mengatakan pasukan tentara 200 dan 150 petugas polisi mengawal sang pangeran,” kutip di laman www.presstv.ir , Jumat, 25 September 2015. Kehadiran pangeran di tengah jemaah mengubah arah pergerakan jamaah dan saling berdesakan.

Harian berbahasa Arab itu menuturkan Salman dan rombongan cepat meninggalkan tempat kejadian. Pemerintah Saudi juga disebut berupaya menutup-nutupi seluruh cerita dan menepis kehadiran Salman di daerah tersebut. Para pejabat Arab Saudi membantah dan menyebut laporan tersebut tidak benar.

Menteri Kesehatan Saudi Khaled al-Falih malah menyalahkan para peziarah sebagai penyebab tragedi itu. “Jika para peziarah mengikuti petunjuk, jenis kecelakaan bisa dihindari,” kata dia. Menurut Organisasi Haji dan Ziarah Iran lebih dari 1.300 orang tewas dalam insiden ini. Sebanyak 125 orang di antaranya warga Iran.

Jumlah yang dilansir otoritas haji Negeri Para Mullah itu berbeda dengan klaim pejabat Arab Saudi yang menyebutkan jumlah korban tewas sebanyak 717 orang dan jumlah cidera mencapai 863 orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *