Kanak-kanak tidak cukup zat kelaparan di Yaman

Peperangan adalah perkara yang sangat tidak disukai oleh semua pihak. Kerana dengan berperang bukan boleh menyelesaikan masalah.

Malah menimbulkan lagi masalah yang terdapat di bumi kita cintai ini. Ramai sepakat kezaliman harus dihentikan! Apa perasaan anda jika melihat anak anda tidak cukup zat akibat menjadi mangsa peperangan?

Kerana itulah pemimpin-pemimpin di dunia ini tidak boleh dipakai sekiranya mencetus perang.

Foto Saleem, nama anak usia tujuh tahun yang mengalami kelaparan di Yaman, mengejutkan dunia tahun lalu dan menjadi wajah penderitaan para warga di tengah konflik yang sekarang sudah masuk tahun ketiga.

Lebih dari 8.000 orang tewas di Yaman, termasuk 1500 anak-anak, sejak pasukan pimpinan Arab Saudi turun tangan pada Mac 2015. Jutaan orang terpaksa berlapar dan menyebabkan negara itu berada diambang kelaparan.

Kekurangan gizi membuat pertumbuhan dan otaknya terganggu. Saleem tak boleh menjalani kehidupan normal dan keluarganya masih sukar mendapatkan makanan.

“Saya makan roti dan teh, bila dapat. Kadang-kadang bila matahari terbenam, saya hanya mampu minum teh,” kata ibu Saleem.

“Diingatkan tentang anak-anak di luar sana yang menderita, selalu membuat hati tersayat. Saya sendiri seorang ibu dan membuat saya menangis. Dunia perlu perubahan,” tulis Cintia Kiss.

Kejadian yang menimpa Saleem dan anak-anak Yaman lain mengingatkan pengguna media sosial lain Kym Gumuna, yang menulis,

“Saya pernah mengalami kekurangan gizi ketika masih kecil. Melihat foto ini mengingatkan saya sendiri 35 tahun lalu. Saya diangkat oleh keluarga angkat. Ingin rasanya menjaga bayi-bayi ini.”

Pada tahun lalu, terdapat sekitar 350,000 anak-anak yang mengalami kekurangan gizi seperti Saleem. Namun jumlah angka “kurang gizi” saat ini mencapai dua juta anak-anak.

Kelaparan dan putus harapan juga dialami warga desa di pesisir Yaman yang menggantungkan hidup dengan mencari ikan.
Tetapi, pergi melaut mencari ikan sangat berisiko. PBB mencatat pelbagai serangan terhadap kapal nelayan.

Pihak Arab Saudi menyatakan sasaran mereka adalah kapal-kapal yang menyeludup senjata. Namun serangan-serangan ini menyebabkan banyak desa-desa mengalami kekurangan bahan mentah.

Sumber – aliffchannel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *